Search Engine

Custom Search

Tuesday, November 24, 2009

Masa Depan Bumi Saat Matahari Berevolusi 3 (Bagaimana dengan Bumi?)


Apakah ini akhir perjalanan planet Bumi? Ataukah Bumi akan selamat? Berdasarkan perhitungan Schroder dan Smith Bumi tidak akan bisa menyelamatkan diri. Bahkan meskipun Bumi memperluas orbitnya 50% dari orbit yang sekarang ia tetap tidak memiliki pluang untuk selamat. Matahari yang sedang mengembang akan menelan Bumi sebelum ia mencapai batas akhir masa sebagai raksasa merah. Setelah menelan Bumi, Matahari akan mengembang 0,25 SA lagi dan masih memiliki waktu 500 ribu tahun untuk terus bertumbuh.Saat Bumi ditelan, ia akan masuk ke dalam atmosfer Matahari. Pada saat itu Bumi akan mengalami tabrakan dengan partikel-partikel gas. Orbitnya akan menyusut dan ia akan bergerak spiral kedalam. Itulah akhir dari kisah perjalanan Bumi.

Sedikit berandai-andai, bagaimana menyelamatkan Bumi? Jika Bumi berada pada jarak 1.15 SA (saat ini 1 SA) maka ia akan dapat selamat dari fasa pengembangan Matahari tersebut. Nah bagaimana bisa membawa Bumi ke posisi itu?? Meskipun terlihat seperti kisah fiksi ilmiah, namun Schroder dan Smith menyarankan agar teknologi masa depan dapat mencari cara untuk menambah kecepatan Bumi agar bisa bergerak spiral keluar dari Matahari menuju titik selamat tersebut.

Yang menarik untuk dikaji adalah, umat manusia seringkali gemar berbicara tentang masa depan Bumi milyaran tahun ke depan, padahal di depan mata, kerusakan itu sudah mulai terjadi. Bumi saat ini sudah mengalami kerusakan awal akibat ulah manusia, dan hal ini akan terus terjadi. Bisa jadi akhir perjalanan Bumi bukan disebabkan oleh evolusi matahari, tapi oleh ulah manusia itu sendiri. Tapi bisa jadi juga manusia akan menemukan caranya sendiri untuk lolos dari situasi terburuk yang akan dihadapi.

Sumber : Arxiv : Distant future of the Sun and Earth revisited

Friday, October 30, 2009

Masa Depan Bumi Saat Matahari Berevolusi 2 (Zona Habitasi yang Baru)


Saat ini Bumi berada di dalam zona habitasi / layak huni dalam Tata Surya. Zona layak huni atau habitasi merupakan area di dekat bintang di mana planet yang berada di situ memiliki air berbentuk cair di permukaannya dengan temperatur rata-rata yang mendukung adanya kehidupan. Dalam perhitungan yang dilakukan Schroder dan Smith, temperatur planet tersebut bisa menjadi sangat ekstrim dan tidak nyaman untuk kehidupan, namun syarat utama zona habitasinya adalah keberadaan air yang cair.

Terbitnya bintang raksasa merah. Impresi artis. Sumber: Jeff Bryant’s Space Art.
Terbitnya bintang raksasa merah. Impresi artis. Sumber: Jeff Bryant’s Space Art.

Tak dapat dipungkiri, saat Matahari jadi Raksasa Merah, zona habitasi akan lenyap dengan cepat. Saat Matahari melampaui orbit Bumi dalam beberapa juta tahun, ia akan menguapkan lautan di Bumi dan radiasi Matahari akan memusnahkan hidrogen dari air. Saat itu Bumi tidak lagi memiliki lautan. Tetapi, suatu saat nanti, ia akan mencair kembali. Nah saat Bumi tidak lagi berada dalam area habitasi, lantas bagaimana dengan kehidupan di dalamnya? Akankah mereka bertahan atau mungkin beradaptasi dengan kondisi yang baru tersebut? Atau itulah akhir dari perjalanan kehidupan di planet Bumi?

Yang menarik, meskipun Bumi tak lagi berada dalam zona habitasi, planet-planet lain di luar Bumi akan masuk dalam zona habitasi baru milik Matahari dan mereka akan berubah menjadi planet layak huni. Zona habitasi yang baru dari Matahari akan berada pada kisaran 49,4 SA – 71,4 SA. Ini berarti areanya akan meliputi juga area Sabuk Kuiper, dan dunia es yang ada disana saat ini akan meleleh. Dengan demikian objek-objek disekitar Pluto yang tadinya mengandung es sekarang justru memiliki air dalam bentuk cairan yang dibutuhkan untuk mendukung kehidupan. Bahkan bisa jadi Eris akan menumbuhkan kehidupan baru dan menjadi rumah yang baru bagi kehidupan.
http://langitselatan.com/2008/02/03/masa-depan-bumi-saat-matahari-berevolusi/

Tuesday, March 10, 2009

Related disciplines

Mechatronics is an engineering discipline which deals with the convergence of electrical and mechanical systems. Such combined systems are known as electromechanical systems and have widespread adoption. Examples include automated manufacturing systems, heating, ventilation and air-conditioning systems and various subsystems of aircraft and automobiles.

The term mechatronics is typically used to refer to macroscopic systems but futurists have predicted the emergence of very small electromechanical devices. Already such small devices, known as micro electromechanical systems (MEMS), are used in automobiles to tell airbags when to deploy, in digital projectors to create sharper images and in inkjet printers to create nozzles for high definition printing. In the future it is hoped the devices will help build tiny implantable medical devices and improve optical communication.[31]

Biomedical engineering is another related discipline, concerned with the design of medical equipment. This includes fixed equipment such as ventilators, MRI scanners and electrocardiograph monitors as well as mobile equipment such as cochlear implants, artificial pacemakers and artificial hearts.

Computers


Computer engineering deals with the design of computers and computer systems. This may involve the design of new hardware, the design of PDAs or the use of computers to control an industrial plant. Computer engineers may also work on a system's software. However, the design of complex software systems is often the domain of software engineering, which is usually considered a separate discipline. Desktop computers represent a tiny fraction of the devices a computer engineer might work on, as computer-like architectures are now found in a range of devices including video game consoles and DVD players.

Instrumentation


Instrumentation engineering deals with the design of devices to measure physical quantities such as pressure, flow and temperature. The design of such instrumentation requires a good understanding of physics that often extends beyond electromagnetic theory. For example, radar guns use the Doppler effect to measure the speed of oncoming vehicles. Similarly, thermocouples use the Peltier-Seebeck effect to measure the temperature difference between two points.

Often instrumentation is not used by itself, but instead as the sensors of larger electrical systems. For example, a thermocouple might be used to help ensure a furnace's temperature remains constant. For this reason, instrumentation engineering is often viewed as the counterpart of control engineering.